Pemerintahan

Pemkab Bandung Tambah Rp30 Miliar Pinjaman Bergulir Tanpa Bunga Tanpa Agunan

Kamis, 17 November 2022 - 17:11 | 32.23k
Pemkab Bandung Tambah Rp30 Miliar Pinjaman Bergulir Tanpa Bunga Tanpa Agunan
Bupati Bandung Dadang Supriatna (kiri) usai rapat paripurna di DPRD Kabupaten Bandung. (Foto: Iwa/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNGPemkab Bandung menambah penyertaan modal non permanen kepada lembaga bank, dalam rangka penambahan modal pinjaman bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan.

Hal itu terungkap dalam Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar terhadap Raperda tentang Perubahan atas Perda No. 11/2021 tentang Penyetaraan Modal Non Permanen Berupa Pemberian Pinjaman  Dana Bergulir kepada Masyarakat melalui Lembaga Keuangan Bank, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung, Kamis (17/11/2022).

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyebut penambahan penyertaan modal mencapai Rp30 miliar dari APBD Kabupaten Bandung 2023.

Keputusan itu dituangkan dalam Raperda Perubahan dari Perda Nomor 11 tahun 2021 tentang penyertaan modal non permanen kepada lembaga bank

“Alhamdulillah tahun depan ada penambahan penyertaan modal dan insya Allah dengan adanya penambahan modal pinjaman bergulir tanpa bunga tanpa jaminan ini bisa dirasakan oleh para pelaku UMKM di Kabupaten Bandung,” ucap Bupati Bandung usai rapat paripurna.

Bupati-Bandung-B.jpg

Dalam Perda No 11/2021 Pasal 2 disebutkan, pemberian pinjaman dana bergulir dikategorikan dengan karakteristik disalurkan atau dipinjamkan kepada penerima dana bergulir, ditagih kembali dan digulirkan kembali kepada penerima dana bergulir lainnya.

“Insya Allah, program dana bergulir tanpa agunan tanpa bunga ini akan mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung dan tentu akan berdampak terhadap PDRB dan laju pertumbuhan ekonomi,” jelas bupati.

Bupati Dadang Supriatna mengaku dirinya tidak mau lagi mendengar ada warganya yang masih menjadi pengangguran, khususnya kepada para pemuda.

Sebab, kata Bupati Bandung, kini negara hadir di mana Pemkab Bandung sudah menjalankan program dana bergulir tanpa bunga dan tanpa agunan, termasuk peluang usahanya.

“Saya hadir di sini hadir untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bandung yang mana saya tidak mau mendengar lagi ada masyarakat yang nganggur,” tandas Kang DS, sapaan Dadang Supriatna.

Pemerintah hadir melalui Program Pinjaman Modal Bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan atau agunan, dari Bank BPR Kerta Raharja Kabupaten Bandung dan Bank bjb.

“Saya berharap tahun depan harus mencapai 35 ribu wira usaha baru. Kalau ini bisa bertambah setiap tahun, maka terciptalah entrepreneur-entrepreneur baru, para pemuda milenial yang menjadi pengusaha,” ucap Kang DS, sapaan Dadang Supriatna.

Dengan makin banyaknya entrepreneur baru, dirinya yakin pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung akan cepat tumbuh dan secara multiplier effect akan berpengaruh terhadap PDRB dan terjadi perputaran uang yang sangat signifikan.

“Sehingga inflasi semakin berkurang, laju pertumbuhan ekonomi kita meningkat dan saya yakin bahwa masyarakat Kabupaten Bandung akan lebih sejahtera,” tandasnya.

Kang DS juga mengungkapkan, Program Pinjaman Modal Bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan dari Bank BPR Kerta Raharja Kabupaten Bandung tahap pertama sudah terserap 100 persen.

“Artinya, uang yang Rp20 miliar yang digulirkan BPR Kerta Raharja sudah ada pengembalian sebesar Rp6 miliar per 28 Oktober 2022. Nah, dana Rp6 miliar itu sudah digulirkan Kembali oleh BPR Kerta Raharja. Maka tahun 2023 kita akan anggarkan lagi Rp30 miliar yang sepenuhnya akan diserahkan ke BPR Kerta Raharja,” jelas bupati.

Bupati Bandung juga mengaku kecewa dengan Bank bjb yang hingga saat ini baru terserap di bawah 20 persen dana Program Pinjaman Modal Bergulir.

“Saya jujur kecewa dengan progres Bank bjb dalam Program Penjaman Modal Bergulir ini, yang dalam pelayannnya juga tidak maksimal,” beber bupati.

Padahal, tukas Kang DS, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui program dana bergulir ini hasilnya akan lebih baik.

“Oke, kita tahu ada Sistem Layanan Informasi Keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (SLIK OJK) yang dijadikan alasan kendala. Tapi carilah solusnya bagimana. Mungkin saya, Pemkab Bandung, akan mengundang OJK lah bagaimana untuk mencari solusi untuk jangan sampai terjadi permasalahan dalam SLIK OJK dalam penyaluran Program Dana Bergulir ini,” tutur bupati. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES