Pemerintahan

Pemkot Bandung Serahkan Sertifikat Tanah untuk Tujuh Rumah Ibadah 

Selasa, 03 Januari 2023 - 15:44 | 29.51k
Wali Kota, Bandung Yana Mulyana, menyerahkan sertifikat tanah rumah ibadah di Kantor Kemenag Kota Bandung Jalan Soekarno-Hatta, Selasa (3/1/2023). (FOTO: Humas Bandung)
Wali Kota, Bandung Yana Mulyana, menyerahkan sertifikat tanah rumah ibadah di Kantor Kemenag Kota Bandung Jalan Soekarno-Hatta, Selasa (3/1/2023). (FOTO: Humas Bandung)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Pemerintah Kota atau Pemkot Bandung memberikan sertifikat tanah kepada tujuh rumah ibadah, pada Hari Amal Bhakti ke-77 Kementerian Agama (Kemenag), Selasa (3/1/2023).

Rumah ibadah yang memperoleh sertifikat di antaranya yaitu Masjid Al Amanah Astanaanyar seluas 147 meter persegi. Lalu Masjid Baitul Halim Maleer Batununggal seluas 69 meter persegi.

Advertisement

Pemkot Bandung juga memberikan sertifkat tanah untuk Masjid Miftahul Hasanah, Warung Muncang, Bandung Kulon seluas 53 meter persegi. Selanjutnya Masjid Al Fitrah Cibuntu Bandung Kulon seluas 56 meter persegi. Masjid Darul Salam Cigondewah Kidul, Bandung Kulon. Termasuk Madrasah At Taqwa, Lengkong dan terakhir tempat keagamaan serta sarana umum di Cibiru.

Yana-Mulyana-6.jpg

"Alhamdulillah sampai saat ini Kemenag selalu menjadi mitra yang terbaik dalam pelayanan kepada masyarakat di beberapa bidang keagamaan. Semoga dengan momentum ini Kemenag bisa terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Yana, di Kantor Kemenag Kota Bandung Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Selasa (3/1/2023).

Menurut Yana, kegiatan ini dilakukan Pemkot Bandung sebagai upaya akselerasi sertifikasi tanah tempat ibadah melalui program Gesit atau Gerakan sertifikasi tanah tempat ibadah.

Program sertifikasi ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung dan merupakan bagian dari janji Wali Kota Bandung hingga periode masa jabatannya berakhir.

Kepala Kemenag Kota Bandung, Tedi Ahmad Junaedi menuturkan, pada tahun 2023, harus menyelesaikan 500 sertifikat tanah tempat ibadah di Kota Bandung. 

"Sekarang masih terus berproses sejak tahun 2021. Sisanya di tahun 2023 kita selesaikan. Sebab ini merupakan janji Wali Kota Bandung," ucap Tedi terkait sertifikat tanah untuk tempat ibadah yang harus diselesaikan Pemkot Bandung.

Tak hanya untuk masjid, sertifikat ini pun akan diberikan kepada seluruh rumah ibadah di Kota Bandung yang belum memiliki sertifikat tanah.

"Kita akan sama-sama bantu untuk wujudkan amanah ini. Sekitar bulan September akan kita penuhi semua tempat ibadah mulai dari masjid, gereja, vihara, dan lainnya," imbuhnya.

Sejak program ini digulirkan tahun 2021 silam, Pemkot Bandung telah berhasil menyertifikasi 198 tempat ibadah. 

Sebagai informasi, di Kota Bandung terdapat 2.996 tempat ibadah. Terdiri dari 312 gereja Protestan, 11 paroki Katolik, 4 pura Hindu, 34 vihara Buddha, 1 kelenteng Konghucu, dan 2.634 masjid.

Dari 2.634 masjid yang sudah terdata di wilayah Pemkot Bandung, sebanyak 1.749 masjid atau 66 persennya sudah tersertifikasi atau bersertifikat wakaf. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES