Pendidikan

Tim Dosen UIN Maliki Malang Latih Santri Budidaya Bunga Telang

Senin, 25 Juli 2022 - 11:53 | 45.71k
Tim Pengabdian Qoryah Thoyyibah UIN Maliki Malang melatih santri dan pengurus pondok pesantren Darul Hidayah Pateguhan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. (Foto: Istimewa)
Tim Pengabdian Qoryah Thoyyibah UIN Maliki Malang melatih santri dan pengurus pondok pesantren Darul Hidayah Pateguhan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. (Foto: Istimewa)

TIMESINDONESIA, MALANG – Tim Pengabdian Qoryah Thoyyibah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) melatih santri dan pengurus pondok pesantren Darul Hidayah Pateguhan Pandaan, Kabupaten Pasuruan untuk budidaya dan pemanfaatan bunga telang sebagai upaya rintisan santripreneur.

Kegiatan pelatihan ini digelar pada Senin, 25 Juli 2022 lalu dengan melibatkan para santri dan pengurus pondok pesantren setempat.

Tim pengabdian dilakukan oleh Muhammad Asmuni Hasyim, M.Si, Fitriyah, M.Si dan Muhammad Islahul Mukmin, M.Si, M.Pd.

Koordinator tim Pengabdian Muhammad Asmuni Hasyim menyampaikan bahwa melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan para santri dalam memanfaatkan bunga telang sebagai produk unggulan pesantren yang berdaya jual (marketable).

"Kami harap kegiatan ini bisa menjadi bekal wawasan para santri untuk memperdalam keahlian dalam bidang wirausaha," kata Asmuni.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Tim Pengabdian UIN Malang disampaikan oleh Muhammad Asmuni Hasyim sedangkan dari pihak Pesantren oleh Ust. Huda, S.Pd. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan Pemaparan materi yang disampaikan oleh Islahul Mukmin, M.Si, M.Pd dengan topik pentingnya menjadi santripreneur.

Dari penjelasan tersebut, Islahul Mukmin menekankan akan pentingnya santri di era Milenial memiliki keterampilan salah satunya dengan budidaya dan pemanfaatan bunga telang sebagai upaya kemandirian ekonomi.

Selanjutnya kegiatan dilakukan dengan praktik pengolahan bunga telang secara langsung yang dipandu Fitriyah M.Si selaku Praktisi dan Dosen.

Ia menjelaskan Clitoria ternatea L/ Bunga Telang/ Buterfly Pea merupakan tumbuhan suku polong-polongan (Fabaceae) yang tumbuh merambat dan liar yang memiliki bunga cantik dan eksotik dengan warna khas biru keunguan yang kaya akan antioksidan.

Bunga telang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai bahan penambah daya ingat (memory enhancer), anti stress, anti kecemasan (anxiolytic), anti depresan, anti epilepsi (anticonvulsant) dan obat penenang (sedative agent).

"Bunga telang dapat diolah menjadi pewarna alami berbagai jenis makanan atau minuman, sediaan bunga kering untuk teh, dapat juga dijadikan bahan untuk membuat aneka masakan sayur dan keripik bunga telang," jelasnya.

Cara pembuatannya yakni bunga telang direbus bersama rempah-rempah. Lalu tambahan sampai mengeluarkan warna khas kebiruan. Untuk memberi sensasi yang lebih segar dapat ditambahkan dengan perasan jeruk nipis/jeruk lemon.

Dalam praktik kegiatan ini membuat produk minuman Djamoe Seger dari bahan baku bunga telang dan pudding dengan memanfaatkan pewarna alami dari bunga telang.

Sementara itu, Ustadz H. Muhammad Asrori Lc selaku pengasuh Pesantren Pateguhan Pandaan meyambut baik dengan kehadiran tim UIN Maliki Malang ini. Kegiatan ini merupakan kata dia implementasi visi misi pesantren dalam menciptakan santri yang kaya sehingga bisa menerapkan hadits Nabi "al yadul ulya khiorun minal yadis sufla", yang artinya tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES