Advertisement
Peristiwa Daerah

Kayu Nangka, Bahan Terbaik untuk Kendang Jawa

Mujiono, seorang perajin kendang jawa di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Blitar menilai bahan terbaik untuk kendang jawa adalah kayu pohon nangka dan kayu pohon mangga. Dua kayu tersbut mampu menghasilkan kendang dengan suara yang bagus. 

TIMES Indonesia,
Kayu Nangka, Bahan Terbaik untuk Kendang Jawa
Mujiono saat membuat Kendang Jawa di bengkelnya Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jumat (6/9/2019). (Foto: Sholeh/TIMES Indonesia)
A-AA+

BLITAR Mujiono, seorang perajin kendang jawa di Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Blitar menilai bahan terbaik untuk kendang jawa adalah kayu pohon nangka dan kayu pohon mangga. Dua kayu tersbut mampu menghasilkan kendang dengan suara yang bagus. 

"Kendang dari kayu Nangka paling banyak peminatnya. Meski harganya mahal tapi kualitas suaranya paling bagus," katanya kepada TIMES Indonesia, Jumat (6/9/2019).

Advertisement

Akan tetapi, saat ini menurutnya mencari bahan kayu nangka yang memiliki ukuran lingkar yang sesuai untuk kebutuhan pembuatan kendang cukup sulit. Pasalnya selain harganya mahal, pohon Nangka banyak dimanfaatkan untuk diambil buahnya sehingga banyak orang enggan untuk memotongnya.

"Akhirnya saya harus mendatangkan, kayu Nangka dari luar daerah bahkan ada yang dari luar pulau," urainya.

Saat ini, Mujiono tidak hanya membuat kendang, berbagai macam jenis kendang mulai dari kendang jimbe, ketipung, kendang rebana dan kendang Yunani juga dia buat. Kendang buatan Mujiono ini  dikirim ke berbagai daerah mulai dari Yogyakarta, Solo, Jakarta bahkan hingga luar pulau.

"Untuk memenuhi pesanannya yang semakin banyak, saya dibantu oleh tiga orang warga sini untuk membuat kendang. Dalam sehari, satu orang bisa membuat sekitar 10 klowongan (bundaran) kendang," tambah Mujiono.

Mujiono mematok harga kendangnya bervariasi, mulai dari harga ratusan hingga jutaan rupiah per buah, tergantung ukuran besar kecil dan juga bahan kayu yang digunakan. Dari usahanya ini, Ia mampu meraup omzet hingga Rp 15 juta per bulan.
 
“Paling banyak pesanan itu dari Solo dan Jogja. Alhamdulillah, semua rejeki ini berkat orang tua yang mewariskan bakat membuat kendang jawa,” jelasnya.(*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muhammad Sholeh
PenulisMuhammad SholehBergabung dengan TIMES Indonesia sejak Februari 2026 dan bertugas di Malang Raya dan sekitarnya. Meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia