Peristiwa Daerah

LPAI Majalengka Sebut Stunting Bukan Soal Fisik

Sabtu, 25 Juni 2022 - 10:25 | 29.34k
Ilustrasi stunting. (FOTO: klik dokter)
Ilustrasi stunting. (FOTO: klik dokter)

TIMESINDONESIA, MAJALENGKA – Pemahaman tentang stunting yang mengarah pada fisik yang kerdil atau pendek, merupakan pemikiran yang salah. Kosakata itu kerap dijadikan stigmasisasi terhadap bahasan stunting yang keliru. 

Termasuk saat ini, ketika pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, ‎bersama Dinas Kesehatannya tengah gencar untuk menurunkan angka stunting, konotasi pemahaman tentang stunting masih pada konotasi soal fisik anak yang pendek. 

Menanggapi soal itu, Ketua LPAI Majalengka, Aris Prayuda mengatakan, pemahaman tentang kata stunting terhadap fisik anak yang kerdil dan pendek adalah salah besar. 

Menurutnya, pengertian stunting yang benar adalah gejala kurang gizi yang tampak pada sikap, ekspresi dan tingkah laku anak yang ‎dinilai tidak normal pada anak usia balita maupun menjelang pubertas.

"Sehingga pubertasnya dinilai gagal. Contohnya pola pikir yang lambat, mentalnya yang tidak kuat, intinya tak ceria seperti anak-anak pada umumnya. Itu gambaran besarnya," ungkapnya, Sabtu, (25/6/2022).

Aris menambahkan, ‎dengan kata lain, stunting bukan melulu soal fisik yang kerdil atau pendek pada balita. Karena jika bicara soal fisik anak yang pendek atau tidak tinggi, sementara perkembangan mental si anak lincah, pola pikirnya cerdas, hal itu kemungkinan fisiknya merupakan turunan dari ayah dan ibunya.

"Lihat dulu orangtua si anak itu, biasanya jika fisik si anak kurang tinggi, mungkin ayah atau ibunya begitu. Itu bukan stunting, tapi itu gen bawaan dari orang tuanya," ungkapnya. 

Aris menjelaskan, oleh karenanya, pihaknya bersama LPAI Majalengka mendorong pemerintah untuk terus memberikan vitamin dan mengedukasi calon ibu agar memperhatikan soal asupan gizinya.

"Kita mendorong Pemkab Majalengka juga kalangan lain untuk memberi edukasi kepada masyarakat (soal stunting), terutama kaum ibu atau calon ibu. Asupan gizi baik untuk ibu yang sedang hamil itu sangat menentukan kualitas bayi ketika lahir, juga sangat menentukan kehidupannya selama seribu hari pertama," tukas Ketua LPAI Majalengka. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES