Advertisement
Peristiwa Daerah

RSUD dr Soegiri Lamongan Sudah Antisipasi Pasien Covid-19 Varian Eris

RSUD dr Soegiri Lamongan menyatakan sudah siap dengan segala fasilitas yang ada, apabila muncul kasus Covid-19 dengan varian baru Eris atau EG.5 dan EG.2. ...

TIMES Indonesia,
RSUD dr Soegiri Lamongan Sudah Antisipasi Pasien Covid-19 Varian Eris
Wadir Pelayanan dan Penunjang RSUD dr Soegiri Lamongan, dr Abdur Rohman saat dikonfirmasi mengenai antisipasi pasien Covid-19 varian Eris, Sabtu (16/12/2023). (FOTO: Moch. Nuril Huda/TIMES Indonesia)
A-AA+

LAMONGAN RSUD dr Soegiri Lamongan menyatakan sudah siap dengan segala fasilitas yang ada, apabila muncul kasus Covid-19 dengan varian baru Eris atau EG.5 dan EG.2.

"Ruang perawatan untuk kasus Covid-19 sudah siap dengan semua fasilitas yang ada," kata dr Abdur Rohman, Wadir Pelayanan dan Penunjang RSUD dr Soegiri Lamongan, Sabtu (16/12/2023).

Advertisement

Diungkapkan dr ABR, sapaan akrab Abdur Rohman, karena RSUD dr Soegiri Lamongan sudah berpengalaman menangani pasien Covid-19 sejak awal pandemi. Selain itu, tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr Soegiri Lamongan juga sudah mendapatkan vaksinasi dan booster Covid-19.

Abdur-Rohman.jpg

"Kami berharap tidak muncul kasus Covid-19 seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, seandainya muncul pun, kami sudah siap," ucapnya. 

Varian Eris sendiri merupakan turunan dari varian Omicron. Hingga saat ini, Omicron masih menjadi varian yang mendominasi penularan Covid-19 di dunia.

Subvarian Eris juga sebenarnya bukan barang baru. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan lembaga kesehatan lainnya tengah mewaspadai subvarian tersebut sejak awal tahun ini.

Advertisement

Terkait dengan pencegahannya, RSUD dr Soegiri Lamongan mengimbau kepada masyarakat khususnya yang memiliki komorbid agar tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). 

Meskipun, WHO maupun pemerintah telah mencabut status darurat Covid-19. Tapi pada populasi ini, prokes harus tetap diperhatikan dan diperkuat lagi serta dengan kembali melaksanakan vaksinasi booster. 

"Memang dulu nakes kaitannya dengan booster menjadi program pemerintah. Tapi setelah dicabutnya status darurat Covid-19 oleh WHO dan Pemerintah, maka keterkaitan dengan booster diserahkan ke masing-masing nakes," ujarnya. 

Menerapkan prokes secara ketat antara lain, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik, menggunakan masker dengan benar, menghindari kerumunan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera mendapatkan vaksinasi dan booster Covid-19. "Vaksinasi dan booster Covid-19 sangat penting untuk mencegah penularan dan keparahan penyakit," kata Wadir Pelayanan dan Penunjang RSUD dr Soegiri Lamongan ini, saat dimintai keterangan mengenai kesiapan menghadapi varian Eris. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moch Nuril Huda
PenulisMoch Nuril HudaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia