Peristiwa Daerah Info Pemilu 2024

Ratusan Penghuni Lapas Kelas I Malang Tak Bisa 'Nyoblos'

Minggu, 04 Februari 2024 - 13:51 | 15.27k
Para WBP saat melakukan pendataan daftar pemilih dalam Pemilu 2024. (Foto: Lapas Kelas I Malang for TIMES Indonesia)
Para WBP saat melakukan pendataan daftar pemilih dalam Pemilu 2024. (Foto: Lapas Kelas I Malang for TIMES Indonesia)
FOKUS

Info Pemilu 2024

TIMESINDONESIA, MALANG – Dari total sekitar 2.800 penghuni atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas I Malang, ada sekitar 339 penghuni tak bisa mencoblos pada Pemilu 2024 mendatang.

Hal tersebut dikatakan oleh Kabid Pembinaan Lapas Kelas I Malang, Budi Purwadi. Ia menyebut, dari total 2.800 WBP, ada 2.246 sudah masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan 339 WBP tak bisa memilih.

"Ada 339 orang WBP yang tidak masuk atau tidak bisa memilih dalam pesta demokrasi 14 Februari 2024 nanti," ujar Budi, Minggu (4/2/2024).

Tidak masuknya dalam daftar pencoblosan, setelah dilakukannya pencocokan pendaftaran dan ternyata tak terdaftar sebagai pemilih.

"Jadi 339 orang itu tidak terverifikasi," imbuhnya.

Penyebabnya, lanjut Budi, karena saat pencocokan awal, NIK ataupun NKK yang dicari tidak ada atau tidak terverifikasi.

"Mungkin ada keluarga dari narapidana tidak mau menyampaikan. Mungkin karena malu atau apa, akhirnya tidak terdaftar," ungkapnya.

Sebanyak 339 orang di Lapas Kelas I Malang yang tak bisa mencoblos tersebut termasuk banyak.

Ia juga mengakui, setiap 5 tahun sekali selalu ada WBP yang tidak terdaftar sehingga tidak bisa memilih.

"Pasti ada, karena faktornya salah satunya itu tadi. 339 itu banyak juga," katanya.

Disisi lain, ia juga tak memungkiri adapun narapidana atau WBP yang memilih untuk golput dalam Pemilu 2024 ini.

Hal ini diketahui setelah internal Lapas Kelas I Malang melakukan sosialisasi dan mencari sampelnya.

"Ada juga yang ketika kita ke bawah menanyakan, ada beberapa yang bilang saya golput saja gak milih," tuturnya.

Dengan itu, pihaknya selalu melakukan sosialisasi dan berkolaborasi bersama KPU untuk sosialisasi Pemilu 2024 mendatang.

"Jadi kita mencoba mengingatkan kalau 14 Februari 2024 ada pesta demokrasi. Kita sebagai warga negara Indonesia untuk memilih kepala negara. Kita sampaikan sosialisasinya," ucapnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES