Peristiwa Daerah

Dua Kali Erupsi, Letusan Abu Vulkanik Gunung Semeru Capai Ketinggian 1.000 Meter

Senin, 06 Mei 2024 - 06:44 | 50.80k
Erupsi Gunung Semeru terpantau CCTV, Minggu (5/5/2024). (FOTO: HO-PVMBG)
Erupsi Gunung Semeru terpantau CCTV, Minggu (5/5/2024). (FOTO: HO-PVMBG)

TIMESINDONESIA, LUMAJANGGunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, mencatat dua kali erupsi pada Minggu (5/5/2024).

Erupsi tersebut menghasilkan ketinggian letusan abu vulkanik hingga mencapai 1.000 meter atau satu kilometer dari puncak.

Menurut petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, erupsi terjadi pada hari Minggu pagi, seperti yang disampaikan dalam keterangan tertulisnya.

"Tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 08.50 WIB, sedangkan erupsi kedua terjadi pada pukul 20.22 WIB. Meskipun begitu, erupsi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas warga di lereng Gunung Semeru.

Mukdas menjelaskan, kolom abu vulkanik yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke arah utara dan timur laut.

Saati laporan tersebut dibuat, menurut Mukdas, erupsi masih berlangsung.

"Pada pukul 20.22 WIB kembali erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut,” ujar Mukdas

Dilansir dari Kantor Berita Antara, ia menyebut, erupsi yang terjadi tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 134 detik.

Saat ini, Gunung Semeru masih berstatus Siaga atau Level III.

Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar masyarakat tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak Gunung Semeru.

Warga dilarang beraktivitas dalam radius lima km dari puncak Gunung Api Semeru, karena rawan lontaran batu (pijar).

Mereka juga tidak boleh beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai Besuk Kobokan, karena berpotensi terkena awan panas dan lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Potensi bahaya awan panas, guguran lava, dan lahar dari Gunung Api Semeru harus diwaspadai, terutama di sepanjang aliran sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta di sungai-sungai kecil yang bermuara di Besuk Kobokan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ryan Haryanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES