Peristiwa Daerah

Citra Rani Menemukan Keseimbangan antara Seni dan Kecerdasan Buatan

Selasa, 07 Mei 2024 - 12:06 | 25.74k
Citra Rani Angga Riswari, dosen yang juga pekerja seni menunjukkan salah satu karyanya. (Foto: Wahyu Nurdiyanto/TIMES Indonesia)
Citra Rani Angga Riswari, dosen yang juga pekerja seni menunjukkan salah satu karyanya. (Foto: Wahyu Nurdiyanto/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Seni itu diciptakan manusia, bukan oleh AI (artificial intelligence). Kalimat ini menjadi pegangan Citra Rani Angga Riswari, seniman muda yang tengah berbunga dengan berkembangnya sektor bisnis di bidang seni, khususnya ekonomi kreatif.

"Kalau saya, AI saya ajak kolaborasi. Sentuhan seninya atau feelingnya ya tetap manusia," ucapnya saat berbincang santai dengan wartawan di Oakwood Hotel and Residence Surabaya, Jumat (3/5/2024).

Perempuan muda kelahiran Blitar ini mengambarkan kolaborasi dengan piranti kecerdasaan buatan sebagai bentuk seni tersendiri. Kecerdasan buatan harus mendapatkan perintah dari manusia. Yang artinya, manusialah yang memberikan jiwa pada karya yang tercipta.

Menurutnya, ide dan makna yang akan disampaikan mutlak milik manusia. "Seni tetap diwujudkan oleh manusia," ucap perempuan yang akrab disapa Miss Citra ini. 

Berkembangya kecerdasaan buatan tidak membuat perempuan berusia 34 tahun ini takut.  Menurutnya, kelebihan teknikal yang dimiliki kecerdasaan buatan bisa dimanfaatkan untuk membuat karya audio visual yang kuat dan menarik. "Dan ini menjadi tantangannya," ucapnya dengan pengucapan yang sedikit ditekan pada kata 'tantangan".

Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr Soetomo Surabaya ini mengatakan, sebagai seniman yang memiliki perusahaan dalam bidang desain, dirinya selalu mencoba belajar dari apapun termasuk dengan berkembangnya aplikasi kecerdasan buatan.

Citra bercerita, kecintaannya pada seni, khususnya audio visual muncul sejak kecil. Bakatnya semakin terasah ketika kuliah di Ilmu Komunikasi Universitas Pembangun Nasional (UPN Veteran) Surabaya.

Ia bergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Kine Klub. Bersama kawan kawannya, ia mulai memproduksi film-film pendek, desain-desain lain dan juga merambah penyelengara kegiatan atau event organizer.

"Dari sana (Kine Klub) saya belajar film dan UPN kan banyak ngevent," kata perempuan kelahiran 27 Februari 1990 ini. 

Selain menjadi dosen, Citra saat ini sibuk di bisnis konten produksi dengan mendirikan rumah produksi Dignity Production.

Konten medsos, iklan dan juga film menjadi garapan rumah produksi yang terbentuk sejak 5 tahun ini.

Banyak karya yang sudah dihasilkan oleh Citra dan timnya, termasuk sebuah film pendek "Cantik dari Hati" yang meraih peringkat 5 dalam kompetisi film untuk sebuah produsen kosmetik Wardah. 

Saat ini, Citra berupaya mewujudkan impian meluncurkan karya foto berjudul "Beauty Inside". Karya ini masih disimpan dan masih menunggu proses untuk siap ditampilkan ke publik.

"Ini impian saya, karya foto terkait kecantikan dari dalam dengan pesan yang mendalam terkait hal itu," ucapnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES