Peristiwa Daerah

Jalur Jembatan Landungsari Tertutup, DPUBM Malang Siapkan Jalur Alternatif

Sabtu, 11 Mei 2024 - 13:50 | 22.21k
Kegiatan teknis cek lapangan petugas Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang bersama rekanan dan konsultan, di Jembatan Tirtotaruna Landungsari, Dau, Kabupaten Malang, sebelum dimulai pembangunan Senin (13/5/2024). (Foto DPUBM/TIMES Indonesia).
Kegiatan teknis cek lapangan petugas Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang bersama rekanan dan konsultan, di Jembatan Tirtotaruna Landungsari, Dau, Kabupaten Malang, sebelum dimulai pembangunan Senin (13/5/2024). (Foto DPUBM/TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, MALANG – Pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang menyiapkan skema dan langkah antisipasi menyusul dimulainya proyek pembangunan jembatan Tirto Taruno di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. 

Yakni, dengan menyiapkan jembatan akses alternatif dan menutup total jalur jembatan dalam pengerjaan, untuk kendaraaan roda empat. 

Jembatan Tirto Taruno di Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang, diketahui mengalami rusak sejak akhir 2023 lalu. 

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma mengungkapkan, dari awal terjadi kerusakan pada jembatan, pihaknya sudah berkoordinasi baik dengan pemangku wilayah setempat, dan sudah disosialisasikan soal rencana penanganannya kepada masyarakat setempat.

"Alhamdulillah, dengan koordinasi yang mantap bersama seluruh pemangku wilayah dan masyarakat setempat, saat itu langsung dibuatkan jembatan alternatif dan dipasang rambu-rambu tidak jauh dari lokasi," kata Khairul Isnaidi Kusuma alias Oong, Sabtu (11/5/2024). 

Dengan langkah antisipasi cepat ini, aktivitas masyarakat setempat yang memanfaatkan akses jembatan dari dua arah untuk kendaraan roda 2 tetap bisa berjalan. Meskipun, untuk roda 4 harus ditutup total dan diarahkan ke jalur lain.  

Harapannya, terutama bagi pengguna jalan masyarakat pendatang yang banyak nge-kos di wilayah tersebut, bisa bersabar dan selalu berhati-hati dan memperbaiki sikap dalam berkendara saat melintasinya.

Diakui Oong, tidak jarang masyarakat setempat berkeluh kesah atas hal-hal yang demikian itu. Mereka berharap jembatan pengganti segera terealisasi dn dibangun. 

Dalam mengambil langkah, pihaknya juga terus bersama masyarakat dan pemerintahan desa. Jangan sampai ada tindakan memperkeruh suasana, dan justru menjadikan situasi kehidupan masyarakat tidak kondusif. 

Belakangan, sempat ada oknum yang secara sembunyi-sembunyi memasang karangan bunga tanda duka di lokasi jembatan rusak kemarin. Padahal, masyarakat setempat sudah antusias dan senang, dengan mengadakan selamatan sesuai kearifan lokal setempat, sebagai tanda akan dimulainya pekerjaan. 

"Alhamdulillah warga dengan cepat mengantisipasi hal itu, dengan memindahkan karangan bunga tersebut," kata Oong. 

Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang berterima kasih atas segala saran dan masukan, serta kerja sama warga dan pemerintah desa.

"Kami berharap bersama-sama kita sukseskan pembangunan jembatan tersebut," ungkapnya. 

Pemkab Malang, kata Oong, mengajak masyarakat membangun Kabupaten Malang dengan penuh kebersamaan, dan menjaga kondusifitas lingkungan menuju terwujudnya Malang Makmur. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES