Peristiwa Daerah

Banjir di Sumbar: 61 Korban Jiwa, Kerugian Mencapai Rp108,38 Miliar

Senin, 20 Mei 2024 - 09:50 | 20.95k
Tim gabungan bersama masyarakat Pandai Sikek saling bahu membahu melakukan pembersihan materiil akibat  banjir lahar dingin dan longsor yang melanda wilayah Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Darat, Sumatera Barat, Selasa (14/5/2024). (Foto: Dokumen BNPB)
Tim gabungan bersama masyarakat Pandai Sikek saling bahu membahu melakukan pembersihan materiil akibat banjir lahar dingin dan longsor yang melanda wilayah Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Darat, Sumatera Barat, Selasa (14/5/2024). (Foto: Dokumen BNPB)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan bahwa kerugian sementara akibat bencana banjir dan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut diperkirakan mencapai Rp108,38 miliar. Angka tersebut didasarkan pada hasil hitung cepat.

Menurut Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham, data kerugian sebesar Rp108,38 miliar ini mencakup akumulasi kerusakan dan kerugian yang masih berupa data sementara.  masih Angka tersebut masih .bisa berubah seiring proses pendataan yang terus dilakukan petugas di lapangan.

Ia mengatakan data yang ada saat ini sebenarnya memasukkan akumulatif komponen kerusakan dan kerugian. Selanjutnya, data tersebut akan dipisahkan.

Ilham mengungkapkan data sementara, Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan kerugian tertinggi mencapai Rp79,85 miliar. Sementara itu, kerugian di Padang Panjang diperkirakan Rp28,18 miliar. Kabupaten Tanah Datar, yang mengalami kerusakan terparah, masih dalam tahap penghitungan lebih lanjut.

Banjir juga berdampak signifikan di Kabupaten Padang Pariaman, yang menjadi hilir dari Sungai Batang Anai yang meluap pada Sabtu (11/5/2024). Kerugian di wilayah ini diperkirakan mencapai Rp312,1 juta.

Korban Jiwa dan Pengungsian Akibat Banjir di Sumbar

Bencana yang melanda tiga daerah di Sumbar pada Sabtu (11/5/2024) mengakibatkan 61 orang meninggal dunia dan 11 orang masih dalam pencarian. 

banjir-lahar-dingin-2.jpgLokasi terdampak banjir lahar dingin dan longsor di Lubuk Mata Kucing, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Selasa (14/5/2024). (Foto: BNPB)

Dari 11 orang yang hilang, satu orang berasal dari Kabupaten Agam dan sisanya dari Kabupaten Tanah Datar. 

"Tim SAR bersama tim gabungan masih terus melakukan pencarian di lapangan. Pencarian diperluas hingga ke perbatasan Riau," kata Ilham, Senin (20/5/2024).

Selain menimbulkan korban jiwa, ribuan orang terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak atau berada di zona merah. 

Data sementara menunjukkan bahwa di Kabupaten Agam sebanyak 196 jiwa mengungsi, di Padang Panjang 291 orang, di Kabupaten Tanah Datar 3.030 orang, dan di Kabupaten Padang Pariaman 35 kepala keluarga harus meninggalkan rumah mereka.

Bencana banjir di Sumatera Barat juga menyebabkan kerusakan parah pada pemukiman warga, infrastruktur sekolah, tempat ibadah, puskesmas, serta memutus sejumlah ruas jalan dan jembatan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES