Peristiwa Daerah

Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru Meningkat, PVMBG Tetap Pertahankan Status Siaga

Rabu, 03 Juli 2024 - 13:57 | 51.31k
Gunung Semeru Lumajang. (Foto: Antara/TIMES Indonesia)
Gunung Semeru Lumajang. (Foto: Antara/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, LUMAJANGGunung Semeru, Lumajang, Jatim, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkaniknya. Berdasarkan hasil evaluasi mingguan pada periode 23-30 Juni 2024, terjadi peningkatan erupsi dan guguran lava yang berpotensi mengakibatkan munculnya awan panas.

Hendra Gunawan, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), mengungkapkan, selama periode tersebut, Gunung Semeru terus menunjukkan aktivitas erupsi, awan panas, dan guguran lava.

“Namun, fenomena ini jarang teramati secara visual karena cuaca berkabut,” ujar Hendra dalam keterangan tertulis, Selasa (2/7/2024).

Hendra menjelaskan, akumulasi material hasil erupsi seperti letusan dan aliran lava, serta pembentukan "scoria cones," dapat menjadi guguran lava pijar atau awan panas.

Material ini mengendap di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru dan berpotensi menjadi lahar jika berinteraksi dengan air hujan. 

“Interaksi endapan material guguran lava atau awan panas yang bersuhu tinggi dengan air sungai berpotensi memicu erupsi sekunder,” tambahnya.

Aktivitas kegempaan Gunung Semeru juga meningkat selama periode tersebut, dengan jumlah gempa yang terekam menunjukkan aktivitas letusan, guguran, harmonik, dan vulkanik dalam yang masih tinggi.

Kejadian getaran banjir yang terekam mengindikasikan adanya lahar di aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama yang mengarah ke aliran Besuk Kobokan.

“Hasil analisis dan evaluasi hingga 30 Juni 2024, PVMBG menetapkan tingkat aktivitas Gunung Semeru tetap pada level III atau siaga, dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan ancaman bahaya terkini,” ungkap Hendra.

PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Masyarakat diminta waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta di anak-anak sungai dari Besuk Kobokan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ryan Haryanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES