Advertisement
Peristiwa Daerah

Haul KH Hasan Sepuh Genggong, Probolinggo Hidupkan Ekonomi Warga

Matahari belum sepenuhnya menampakkan diri ketika deru kendaraan mulai memadati akses menuju Ponpes Zainul Hasan Genggong, Kabupaten Probolinggo

TIMES Indonesia,
Haul KH Hasan Sepuh Genggong, Probolinggo Hidupkan Ekonomi Warga
Salah satu pedagang kaki lima, saat melayani pembeli pada acara Haul KH Moh. Hasan Sepuh Genggong. (Foto: Fafa Harowy/TIMES Indonesia)
A-AA+

PROBOLINGGO Matahari belum sepenuhnya menampakkan diri ketika deru kendaraan mulai memadati akses menuju Ponpes Zainul Hasan Genggong, Kabupaten Probolinggo, Jatim, Kamis (10/4/2025).

Dari berbagai penjuru nusantara, ribuan jamaah berdatangan dengan satu tujuan: menghadiri Haul KH Moh. Hasan Sepuh, ulama kharismatik yang jejak perjuangannya masih hidup dalam ingatan para pecintanya.

Advertisement

Kegiatan yang sudah membudaya ini, juga dihadiri oleh Bupati Probolinggo, Gus dr. Mohammad Haris, jajaran Forkopimda, OPD Kabupaten Probolinggo, serta para ulama dan habaib dari berbagai wilayah.

Haul ini bukan sekadar agenda tahunan bernuansa religi. Di balik lantunan dzikir dan doa, denyut ekonomi warga sekitar pun ikut menggeliat, menghadirkan berkah tersendiri bagi masyarakat.

pedagang-3.jpg

Sejak sehari sebelumnya, suasana Jalan Genggong tampak lebih hidup dari biasanya. Deretan pedagang kaki lima dan pelaku UMKM, baik warga lokal maupun dari luar kota, menyemarakkan sisi-sisi jalan dengan aneka dagangan.

Putra, pemuda asal Kota Probolinggo, tampak sibuk menata tumpukan Roti Crispy Alumba, camilan renyah yang ia bawa khusus untuk momen haul ini.

Advertisement

“Saya buka tiap Jum'at dan Sabtu, dari pukul 08.30 sampai 16.00 WIB. Biasanya saya bawa 150 roti, tapi hari ini saya tambah jadi 180. Kalau seramai ini, jam dua siang pasti sudah habis,” ujarnya sembari memeriksa oven tempat roti-roti itu dipanaskan.

Tak jauh dari sana, Jaka, warga Desa Karang Pranti, Kecamatan Pajarakan, Probolinggo, tak kalah sibuk melayani antrean pembeli es jus buah.

Di hari biasa, omzetnya berkisar Rp 500 ribu. Namun saat haul, pendapatannya bisa melonjak hingga Rp 800 ribu.

“Kadang kalau hujan atau sepi, cuma dapat Rp 70 ribu. Tapi hari ini alhamdulillah,” katanya sambil tersenyum.

Lonjakan jumlah pengunjung tidak hanya menguntungkan pedagang makanan dan minuman. Jasa penitipan motor, hingga pemulung pun ikut merasakan berkahnya. Ekonomi warga berdenyut seiring laju langkah para jamaah yang datang dengan penuh khidmat.

pedagang-4.jpg

Udara panas semakin menyengat, namun suasana kian khusyuk. Ribuan jamaah larut dalam doa bersama, menyimak tausiah dari KH. Ahmad Said Asrori, Katib 'Am PBNU asal Tulungagung.

“Kemakmuran yang kita rasakan hingga saat ini adalah keberkahan dari para ulama sholihin, terkhusus ulama yang kita hauli saat ini,” jelasnya.

Haul KH Moh. Hasan Sepuh bukan sekadar peringatan spiritual. Ia menjadi saksi bahwa nilai religius dan ekonomi bisa berjalan beriringan.

Bagi warga Genggong, haul adalah momentum menjemput berkah dunia dan akhirat, dari satu hari yang penuh cahaya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Abdul Jalil
PenulisAbdul JalilJurnalis Muda wilayah Probolinggo yang telah bergabung bersama TIMES Indonesia sejak tahun 2020. Fokus peliputan pada Pemerintahan, Politik, Sosial dan Budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia