Peristiwa Internasional

Presiden RI Jadikan KTT G20 Redam Panasnya Geopolitik Dunia

Senin, 14 November 2022 - 13:41 | 10.38k
Presiden RI Jadikan KTT G20 Redam Panasnya Geopolitik  Dunia
Presiden Joko Widodo tiba di Terminal VVIP I Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Minggu (13/11/2022). (Foto: ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia)

TIMESINDONESIA, DENPASARPresiden RI Jokowi menyampaikan KTT G20 Indonesia akan meredam isu geopolitik serta memanasnya perang Rusia dan Ukraina. Presiden RI menyampaikan hasil G20 Indonesia harus menghasilkan leaders communique (komunike) terkait permasalahan dunia.

Presiden RI Jokowi menyampaika KTT G20 merupakan ajang bergengsi bagi 20 negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Presiden RI menyampaikan konferensi ini harus bisa menghasilkan solusi terkait permasalahan yang terjadi saat ini. 

"Kami harapkan semuanya berjalan dengan baik sehingga G20 menghasilkan solusi yang konkret untuk anggota juga untuk dunia," ujarnya dikutip melalui akun YouTube The Economist, Senin (14/11/2022). 

Jokowi menekankan pentingnya para pemimpin dunia mengedepankan dialog dalam menangani konflik, khususnya antara Rusia dan Ukraina yang masih berlangsung sampai saat ini. Menurutnya, sanksi bukan solusi terbaik karena yang menjadi korban adalah rakyat. 

Presiden-Joko-Widodo-b.jpg

"Penting untuk bisa duduk bersama menyelesaikan masalah. Bukan menambah masalah. Bukan menambah ketegangan. Sanksi bukan solusi terbaik karena nantinya warga rakyat yang akan jadi korban. Sesulit apa pun masalahnya kan bisa diselesaikan kalua kita mau saling berbicara, duduk bersama, berdialog, mencari solusi yang win-win," ujarnya. 

Presiden RI JJokowi jufa turut menyinggung hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) dan China. Ia menilai saat ini dunia memang tidak sedang baik-baik saja. 

"Kondisinya memang tidak mudah. Rivalitas yang makin tajam, negosiasi saat ini betul-betul sangat tidak mudah. Saya sangat khawatir mengenai itu. Kompetisi itu hal yang normal. Rivalitas itu juga hal yang biasa antarnegara. Namun yang paling penting adalah jangan menjadi sebuah konflik terbuka,” katanya. 

Presiden RI Jokowi menyampaikan posisi Indonesia yaitu untuk menjaga perdamaian dunia, sehingga Tanah Air disebutnya akan menjadi sahabat bagi China dan AS. 

"Amerika adalah sahabat Indonesia, China juga adalah sahabat Indonesia. Teman Indonesia semuanya, mitra penting Indonesia. Mungkin dengan situasi Bali yang sejuk, yang damai ini menjadi peluang Indonesia menjadi kepemimpinan Indonesia di tingkat dunia untuk memperjuangkan selesainya problem yang ada di dunia,” kata
Presiden RI Jokowi.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES