Peristiwa Internasional Info Haji 2024

Kisah Inspiratif Subiyanto, Penjual Pisang Menuju Haji 2024

Jumat, 24 Mei 2024 - 16:20 | 19.49k
Jemaah haji Indonesia, Ahmad Subiyanto beserta istri menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. (Foto: MCU 2024 Kemenag RI)
Jemaah haji Indonesia, Ahmad Subiyanto beserta istri menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. (Foto: MCU 2024 Kemenag RI)
FOKUS

Info Haji 2024

TIMESINDONESIA, MADINAH – Ahmad Subiyanto (82), seorang pria kelahiran Purbalingga pada tahun 1942, akhirnya mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji pada tahun 2024. 

Sejak lama, keinginan untuk menjalankan rukun Islam ke-5 ini telah tumbuh dalam benaknya. Dengan penuh semangat, Subiyanto menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan sebagai penjual pisang keliling di Kota Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

“Saya jualan pisang sejak tahun 1986-an. Waktu itu masih muda, jadi masih kuat keliling Kota Pangkalan Bun menggunakan sepeda ontel untuk berjualan pisang. Kalau sekarang ya sudah tidak mampu,” ujar Subiyanto sambil tersenyum di Madinah, Kamis (23/5/2024).

Subiyanto mengisahkan bahwa awalnya ia dan istrinya, Sumbiyah (74), menggarap lahan dari program transmigrasi pemerintah. Mereka menjual hasil kebun dan ladang sendiri ke pasar di Kota Pangkalan Bun.

“Awalnya tidak hanya jualan pisang, tapi ada juga sayur-sayuran. Namun karena kebanyakan pelanggan minta pisang akhirnya saya fokus jualan pisang,” lanjutnya.

Hasil penjualan pisang memang tidak seberapa, namun Subiyanto dan istrinya rutin menyisihkan sebagian untuk ditabung dengan harapan bisa mendaftar haji bersama suatu hari nanti. 

Namun, pada tahun 1999, keinginannya berhaji harus ditunda demi membiayai pendidikan anak bungsunya ke perguruan tinggi di Palangkaraya.

“Waktu itu sekitar tahun 1999, tabungannya ya lumayan. Tapi karena si bungsu mau, saat kami tawari untuk kuliah, ya kami tunda daftar hajinya. Kami gunakan uang tabungan itu untuk membiayai kuliahnya saja,” ujarnya.

Meski demikian, Subiyanto dan istrinya tetap menyisihkan sedikit demi sedikit rezeki mereka untuk menabung demi impian beribadah haji. Pada tahun 2004, anak bungsu mereka lulus perguruan tinggi dan bekerja di perusahaan swasta di Palangka Raya. 

Pada tahun 2008, anak mereka lulus sebagai CPNS di salah satu instansi vertikal, menjadikan dua dari empat anak mereka berhasil menjadi abdi negara.

“Alhamdulillah sekitar awal 2018, saya bersama istri sudah menunaikan ibadah umrah. Anak saya yang pertama yang membantu membiayainya. Kemudian sepulang umrah, anak bungsu saya juga mendaftarkan saya dan istri untuk ibadah haji,” ungkapnya.

Setelah menunggu sekitar enam tahun, Ahmad Subiyanto masuk dalam daftar prioritas jamaah haji lanjut usia (lansia) yang berhak melakukan pelunasan tahap pertama di tahun 2024. Istrinya juga masuk dalam daftar jamaah yang berhak melunasi Bipih 2024 pada pelunasan tahap kedua.

Ahmad Subiyanto yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Banjarmasin ini merasa sangat puas dengan layanan pemerintah. Baik pemerintah daerah maupun Kementerian Agama sangat memperhatikan jamaah lansia sejak keberangkatan hingga tiba di Tanah Suci.

“Kami dilayani dengan sangat baik di embarkasi. Kami disuguhi makanan yang ramah lansia, pengurusan dokumen kami juga diprioritaskan. Begitu juga saat di Madinah ini, kami juga disediakan makanan yang khusus lansia kata Subiyanto. 

"Terima kasih sekali kami dilayani dengan baik. Semoga ibadah haji tahun ini lancar dan sukses,” ucap Subiyanto seraya meminta doa agar ia dan istri terus diberi kesehatan, kemudahan dan kelancaran dalam menunaikan ibadah haji serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES