Peristiwa Internasional Info Haji 2024

13 Ribu Jemaah Belum Terima Smart Card, Kemenag Siapkan Alternatif Manual

Kamis, 13 Juni 2024 - 18:14 | 15.46k
Menag RI Yaqut Cholil Qoumas meninjau persiapan Armuzna. (FOTO: MCH 2024 Kemenag RI)
Menag RI Yaqut Cholil Qoumas meninjau persiapan Armuzna. (FOTO: MCH 2024 Kemenag RI)
FOKUS

Info Haji 2024

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sebanyak 13 ribu jemaah haji Indonesia masih menunggu smart card untuk melaksanakan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina pada Puncak Haji 2024. Menurut catatan hingga Rabu, 12 Juni 2024 pagi, mereka belum menerima kartu nusuk tersebut.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memberikan tanggapannya terkait kekhawatiran bahwa jemaah yang belum mendapatkan smart card bisa terhalang untuk melaksanakan wukuf di Arafah.

"Kita enggak mau itu," ujar Menag usai rapat koordinasi dengan tim Pengawas Haji DPR RI di Jarwal, Kota Makkah, Rabu, 12 Juni 2024.

Menag menegaskan bahwa pihaknya terus mengejar pihak Mashariq yang bertanggung jawab terhadap distribusi smart card.

"Mereka janjinya besok (hari ini). Kita juga akan cek ke jemaah, bisa jadi ada yang tercecer dan ketinggalan, itu harus diganti karena sangat berisiko," katanya.

Apabila hingga hari pelaksanaan ibadah haji jemaah masih belum mendapat kartu nusuk, Menag menyebutkan bahwa skema manual akan menjadi alternatif.

"Skema manual akan menjadi back up. Arab Saudi sangat terbuka, komunikasi lancar, telepon pasti diangkat dan WA dibalas menteri haji," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Lodewijk Paulus menyerahkan prosesi saat puncak haji di Armuzna kepada Kementerian Agama.

"Kami dari Timwas DPR menyerahkan kepada Kemenag untuk bagaimana prosesi di Armuzna agar bisa berjalan, kita serahkan kepada beliau. Karena jika tak berjalan sesuai yang direncanakan tentu akan berdampak pada kami dan jemaah," ucapnya.

Lodewijk juga menanggapi masalah smart card yang belum diterima oleh sebagian jemaah.

"Sejauh ini kami sudah dengar rencana darurat mengatasinya sudah kami dengar langkah-langkahnya," tambahnya.

Kementerian Agama memastikan bahwa setiap jemaah haji yang belum menerima smart card akan tetap dapat melaksanakan ibadah dengan lancar, baik melalui distribusi tepat waktu maupun skema manual yang disiapkan sebagai langkah darurat.

Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah Indonesia dan pihak terkait di Arab Saudi, diharapkan Puncak Haji 2024 berjalan dengan sukses dan khusyuk bagi seluruh jemaah haji Indonesia. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES