Peristiwa Nasional

PPI Dunia untuk Negeri: Gerakan Pelajar Indonesia Mendunia

Minggu, 07 Januari 2024 - 20:15 | 21.73k
Hamzah Assuudy Lubis, Koordinator PPI Dunia saat menyampaikan GPIM sebagai upaya menuju Indonesia Emas 2045. (Foto: PPI Dunia)
Hamzah Assuudy Lubis, Koordinator PPI Dunia saat menyampaikan GPIM sebagai upaya menuju Indonesia Emas 2045. (Foto: PPI Dunia)

TIMESINDONESIA, JAKARTAPPI Dunia menggelar talkhsow sehubungan dengan program baru  mereka Gerakan Pelajar Indonesia Mendunia (GPIM). Dengan tema Wawasan luas, Jiwa global, Prestasi Dunia acara tersebut berlangsung pada Sabtu (6/1/2024) di auditorium Perpustakaan Nasional RI. 

Acara ini mendapatkan dukungan dari Retno Marsudi, Kemenlu RI dan Ir. Suharti, Sekretaris Jendral Kemendikbudristek RI. Acara tersebut bertujuan memberikan wadah informasi untuk pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. 

"Semangat PPI Dunia dari dulu hingga sekarang adalah sama, yaitu berkontribusi untuk Indonesia," ungkap Koordinator PPI Dunia, Hamzah Assuudy Lubis saat memberi sambutan.

Dalam kesemptan tersebut Hamzah juga menyebutkan bahwa PPI Dunia terdiri dari 65 PPI Negara. Kesemuanya tersebar di dalam tiga kawasan yaitu PPI Amerika-Eropa, PPI Asia-Oseania dan PPI Timur Tengah-Afrika. Setiap negara kawasan saling terhubung dan memiliki berbagai kegiatan-kegiatan yang menunjang akademik mereka.

Hamzah juga menyampaikan, acara tersebut juga bentuk semangat berkontribusi bagi kemajuan Indonesia, khususnya di bidang sumber daya manusia.

“Belajar diluar negeri merupakan sebuah privilege, merupakan tanggung jawab bagi kami untuk menyampaikan informasi dan memotivasi masyarakat Indonesia khususnya para pelajar untuk melanjutkan studi diluar negeri agar memiliki wawasan yang luas dan mampu menjawab tantangan dimasa yang akan datang”," tambahnya.

Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menyambut baik program ini. Dalam sambutannya Retno menyatakan Indonesia pada tahun 2045 diprediksi menjadi ekonomi terbesar ke-4 di dunia. “Sebagai generasi Z kalian akan menjadi pemimpin dan penggerak perubahan pada saat itu,” ujarnya.

Retno juga menyatakan bahwa Indonesia memerlukan generasi muda yang kreatif, inovatif, kompetitif dan berwawasan global. Dirinya mengajak seluruh pelajar Indonesia untuk bekerja lebih keras lagi dan selalu berusaha menjadi yang terbaik dan jangan lelah untuk mencintai ibu pertiwi. 

“Mari wujudkan visi Indonesia emas 2045 melalui Gerakan Pelajar Indonesia Mendunia,” pungkas perempuan yang menduduki jabatannya sejak 27 Oktober 2014 ini. 

Ir. Suharti, Sekretaris Jendral Kemendikbud RI menyampaikan apresiasi dan bukti kepedulian PPI Dunia terhadap pembangunan pendidikan di Indonesia. “Pendidikan merupakan pilar pembangunan bangsa. Bangsa Indonesia tidak akan maju jika warga negaranya tidak meningkatkan pendidikannya”, ungkapnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa kompetensi akademik, cerdas dan intelektual, bukanlah ukuran tertinggi sumbeer daya manusia yang baik. Akan tetapi memiliki karakter unggul juga sangatlah penting bagi kemajuan bangsa. 

Setiap kita tidak hanya menjadi masyarakat Indonesia tetapi juga menjadi masyarakat dunia. Kita bisa menjadi negara maju ketika kita bisa mengambil peluang di kancah global”, terang  Ir. Suharti.

Setiap pelajar Indonesia, harus memiliki kemampuan untuk mengetahui berbagai tantangan global dan kompleksitas zaman. Ir. Suharti juga berharap akan muncul anak bangsa yang cemerlang dan mendunia dari Gerakan Pelajar Indonesia  Mendunia gagasan PPI Dunia tersebut. (Mujtaba)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Khodijah Siti
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES