Peristiwa Nasional

Kisah Penggerebekan Gembong Teroris Doktor Azhari (2): Sniper Mengintai, Arman Tertembak, Azhari Meledakkan Diri

Jumat, 09 Februari 2024 - 09:15 | 28.29k
Doktor Azhari menjadi buronan kasus terorisme dengan berbagai alias (Grafis: TIMES Indonesia)
Doktor Azhari menjadi buronan kasus terorisme dengan berbagai alias (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Begitu Holili tertangkap, tim Densus 88 dan CRT Walet Hitam langsung siaga di sebuah tempat yang dirahasiakan di sekitar Batu. 

CRT Walet Hitam adalah sebuah pasukan elit Densus 88 yang disiapkan untuk bentrok jarak dekat dengan teroris. Setiap anggota tim dibekali dengan peralatan dan senjata canggih. 

Maka, begitu dapat info, mereka pun diberi instruksi untuk bersiap di sekitar rumah kontrakan tempat Doktor Azhari diduga bersembunyi. Sniper ditempatkan strategis. Mengawasi setiap sudut rumah.

Pada hari penggerebekan, suasana menjadi sangat tegang. Kepolisian, yang berada di posisi strategis, berusaha melakukan negosiasi. Azhari, dengan tegas, menolak untuk menyerah. 

Suasana kian memanas ketika Azhari dan rekannya, Arman, mulai melakukan perlawanan dengan menembakkan senjata dan melemparkan bom rakitan.

Pertempuran yang sengit terjadi. Suara tembakan dan ledakan bom menggema di perumahan Flamboyan. Densus 88 dan Walet Hitam, dengan ketenangan dan keberanian, berhasil mengendalikan situasi. 

Arman berhasil ditembak mati tim Walet Hitam setelah beberapa jam baku tembak. Sesaat kemudian dua ledakan besar terdengar. Ledakan itu mengakhiri perlawanan dari Azhari dan Arman.

Saat debu pertempuran mulai mereda, tim penyelamat memasuki rumah kontrakan. Mereka menemukan dua mayat terkapar, bersimbah darah dan debu. Ia adalah Azhari yang tubuhnya sudah tak utuh lagi dan Arman. 

Di sekitar mereka, terlihat jelas bukti aktivitas pembuatan bom: pipa, kabel, detonator, dan bahan kimia. Barang-barang ini menjadi saksi bisu dari kebrutalan rencana yang telah digagalkan.

Operasi penggerebekan ini tidak hanya berhasil menghentikan salah satu ahli bom paling berbahaya di Asia Tenggara, tetapi juga menyelamatkan banyak nyawa yang tidak bersalah. Kisah di Kota Batu ini akan selalu diingat sebagai bukti keberanian dan ketangguhan aparat keamanan Indonesia dalam melawan terorisme.

Meskipun operasi ini telah berakhir dengan sukses, dampaknya terasa jauh setelah debu pertempuran mengendap.

Warga Kota Batu, yang biasanya hidup dalam ketenangan, kali ini menjadi saksi bisu ketegangan dan keberanian yang luar biasa. Kehidupan sehari-hari mereka terganggu, namun ada rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan operasi ini.

Polri, setelah memastikan area tersebut aman, mulai proses investigasi yang mendalam. Komputer yang ditemukan di rumah kontrakan menjadi salah satu barang bukti paling penting. 

Data yang ditemukan di dalamnya membuka banyak rahasia dan rencana masa depan yang mengerikan dari jaringan teroris ini. Informasi ini juga membantu kepolisian dalam mengidentifikasi dan mengejar jaringan lain yang terlibat.

Penggerebekan di Kota Batu ini merupakan puncak dari serangkaian operasi yang dirancang dengan cermat dan dilaksanakan dengan penuh ketelitian. 

Momen ini juga menjadi pengingat akan ancaman yang terus ada dan perlunya kewaspadaan yang terus menerus. Kepolisian, dengan dukungan dari masyarakat, berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban, memastikan bahwa tragedi semacam ini tidak terulang kembali.

Kisah penggerebekan Doktor Azhari di Kota Batu adalah cerminan dari ketegangan antara keamanan dan ancaman terorisme. Ini adalah bukti bahwa, meskipun teror dapat menyerang dari sudut yang paling tidak terduga, ketangguhan dan keberanian dapat mengatasi bahkan ancaman terbesar sekalipun. 

Kota Batu, dengan luka-lukanya, akan pulih. Tetapi pengalaman dan pelajaran dari operasi ini akan selalu menjadi bagian dari sejarah mereka, sebuah cerita tentang kemenangan keberanian atas rasa takut. (Habis)

SEBELUMNYA: Kisah Penggerebekan Gembong Teroris Doktor Azhari (1): Info Awal Gerebek Bandar Narkoba

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Dhian Mega

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES