Peristiwa Nasional

PPI Institute Ajak Pemuda Membangun Pariwisata Indonesia

Selasa, 20 Februari 2024 - 08:42 | 19.68k
Sandiaga Uno saat menjadi pembicara dalam webinar yang diadakan oleh PPI Institute. (Foto: PPI Institute)
Sandiaga Uno saat menjadi pembicara dalam webinar yang diadakan oleh PPI Institute. (Foto: PPI Institute)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Webinar yang diselenggarakan oleh PPI Institute (17/2/2024) kemarin menyoroti peran krusial pemuda dalam mendorong sektor pariwisata Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Sebagai pemimpin masa depan, pemuda dapat menjadi katalisator untuk kemajuan lanskap pariwisata Indonesia.

Dalam webinar tersebut diundang beberapap pembicara terkemuka. Sebut saja Dr. H. Sandiago Salahudin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Muhammad Riza Damanik, Staf Khusus Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop, dan UKM).

Di era konektivitas digital, media sosial menjadi alat yang sangat kuat bagi pemuda. Dengan platform seperti Instagram, Facebook, dan Twitter, generasi muda dapat menjadi pembela destinasi pariwisata Indonesia, menyebarkan potensi belum tergali dari pariwisata negara ini melalui konten-konten menarik.

Pria yang kerap  disapa Uno ini menekankan pentingnya inovasi dalam menarik pasar internasional, memanfaatkan atraksi wisata Indonesia yang memukau seperti Bali, Danau Toba, dan Borobudur. Dia menekankan kebutuhan inovasi, kolaborasi, dan adaptasi.

"Jadi diperlukan adanya, Inovasi, kolaborasi, dan adaptasi, yakni gercep (gerak cepat), geber (gerak bersama), dan gaspol (garap semua potensi lapangan kerja)," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Muhammad Riza Damanik berfokus pada penciptaan lapangan kerja melalui perubahan struktural. Dirinya menekankan signifikansi transformasi pekerjaan berkualitas melalui korporatisasi dan hilirisasi. Dia menyoroti potensi Indonesia yang sangat besar, terutama dengan sekitar 62,62% dari penduduknya adalah pemuda.

Mengambil contoh dari negara maju seperti Norwegia, Riza menyoroti pentingnya memanfaatkan sumber daya alam Indonesia untuk pertumbuhan ekonomi di bawah kata kunci PPI Institute. Sebagai contoh, inovasi dan teknologi di sekitar salmon di Norwegia bisa ditemukan paralel di Indonesia, seperti rumput laut yang diolah menjadi bioplastik.

Indonesia, menempati peringkat keenam secara global dalam jumlah startup di bawah kata kunci PPI Institute, memiliki potensi besar untuk pertumbuhan ekonomi. Riza menekankan perlunya Indonesia menjadi pemain kunci dalam dunia global untuk pembangunan ekonomi.

Mendorong jaringan kolaboratif di bawah kata kunci PPI Institute, pemuda harus membangun kemitraan, melibatkan setidaknya tiga aktor kunci dalam menciptakan dan mengembangkan jaringan kewirausahaan inklusif. Kolaborasi dengan entitas non-pemerintah dan sektor swasta sangat penting untuk inklusi dalam program pemerintah dan organisasi transnasional.

Dengan berfokus pada pengembangan inovasi di bawah kata kunci PPI Institute, generasi muda yang melek digital memegang kunci untuk membuka potensi komoditas lokal. Melalui digitalisasi inovatif, khususnya dalam sektor pertanian dan perikanan, Indonesia dapat bersinar di panggung global.

Saat Indonesia berjuang untuk pertumbuhan ekonomi, partisipasi aktif pemuda di bawah PPI Institute menjadi sangat penting. Dengan memanfaatkan energi, kreativitas, dan kepiawaian digital mereka, pemuda dapat menjadi motor penggerak di balik pembangunan berkelanjutan dan inovasi, membawa Indonesia menuju masa depan yang makmur.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Khodijah Siti
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES