Politik

Sedulur Mas Hidayat, Pemanasan Jelang Pileg Jatim 2024

Jumat, 28 Oktober 2022 - 20:11 | 13.29k
Sedulur Mas Hidayat, Pemanasan Jelang Pileg Jatim 2024
Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, H. Hidayat dalam agenda ketemu paguyuban Sedulur Mas Hidayat di Hotel Raden Wijaya, Kota Mojokerto, Jumat (28/10/2022 (Foto: Thaoqid Nur/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MOJOKERTO – Mesin politik non-partai Anggota DPRD Jawa Timur Komisi C, H. Hidayat mulai dipanasi. Paguyuban yang mengatasnamakan Sedulur Mas Hidayat ini tengah dipersiapkan dalam kontestasi Pileg Pemilu 2024 mendatang. Targetnya adalah mengantarkan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Mojokerto ini mendapat kursi di Pileg Jatim.

Koordinator Sedulur Mas Hidayat Mojokerto, Zamroni mengatakan bahwa strategi yang akan digunakan adalah menggaet dan memperkuat simbol-simbol ketokohan seorang Hidayat. Utamanya untuk memperkenalkan secara luas kepada publik sosok figur H. Hidayat.

"Kita petakan dulu mana daerah lumbung, mana daerah gersang, atau tandus. Maka kita upayakan untuk memperkenalkan sosok beliau di daerah-daerah tersebut," ungkap Zamroni kepada TIMES Indonesia, Jumat (28/10/2022).

Sedulur Mas Hidayat akan memperkenalkan kepada publik bahwa tokoh beliau selain politikus, Hidayat juga seorang akademisi. Selain itu Hidayat adalah orang pergerakan. Backgroundnya penyandang sarjana agama. Ketokohan ini mencoba dipopulerkan kepada publik.=

Sedulur-Mas-Hidayat-b.jpgKoordinator Sedulur Mas Hidayat, Zamroni saat memberikan keterangan kepada awak media di Hotel Raden Wijaya, Kota Mojokerto, Jumat (28/10/2022 (Foto: Thaoqid Nur/TIMES Indonesia)

Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Komisi C DPRD Jawa Timur, H. Hidayat menyatakan bahwa tentunya ini dimaknai sebagai mandat masyarakat. Bahwa kalau ada mandat dari masyarakat, maka pihaknya tidak bisa menolak. Tidak terkecuali untuk jabatan kepala daerah baik Bupati maupun Wali Kota.

"Tentunya ini adalah mandat masyarakat ya. Tentu kalau ada mandat masyarakat ya, ya kita ndak boleh menolak," ungkap Hidayat yang juga merupakan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Mojokerto kepada awak media, Jumat (28/10/2022).

Terkait kursi jabatan kepala daerah di Mojokerto, baik Wali Kota maupun Bupati, Hidayat mengaku masih terlalu jauh. Hal terpenting yang ia lakukan adalah terus memberikan kontribusi masyarakat dengan jabatan yang saat ini diamanatkan padanya.

"Saat ini kita fokus berkontribusi untuk masyarakat," ungkapannya.

Terlepas dari konteks politik, Hidayat mengatakan bahwa sebagai anggota DPRD Jawa Timur komisi C, pihaknya mendorong Pemda dalam hal ini untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. 

"Pihak kita menerima banyak keluhan terkait dengan infrastruktur dan masalah umum pertanian. Terkait infrastruktur ini soal sungai, jalan, terutama soal jalan usaha tani, soal pupuk, dan soal stunting," ungkap Hidayat.

Hidayat menyampaikan bahwa APBD Jatim untuk infrastruktur juga semakin berkurang dari tahu pertahun. Oleh karenanya untuk menghadapi kondisi bencana alam seperti ini, dirasa belum maksimal. "Saya rasa persoalan ini penanganannya masih belum maksimal," tegas Hidayat.

Terkait dengan kondisi kesehatan masyarakat, Hidayat memperhatikan masalah stunting. Utamanya di wilayah Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang.

"Hari ini untuk Kabupaten Mojokerto dan Jombang untuk stunting ini masih tinggi, di Kabupaten Mojokerto itu sekitar 27 persen. Kalau ada 1.000 bayi, maka 270 bayi itu stunting," ungkapnya.

Kondisi ini yang mengkhawatirkan untuk menggapai Indonesia emas di tahun 2045. Kalau stunting ini berpengaruh pada kesehatannya, IQ-nya, maka bisa menjadi beban bagi kehidupan mereka ke depan.

"Kita dorong Bupati, Wali Kota dan stakeholder terkait untuk memperhatikan angka stunting masih tinggi agar terus diperhatikan," pungkasnya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES