Peristiwa Daerah

4 Fakta Tentang Pemberontakan PKI Madiun

Pasca jatuhnya kabinet Amir Syarifuddin pada tahun 1948, pemberontakan PKI Madiun kemudian muncul .

TIMES Indonesia-
555.8k
30 September 2020, 17:16 WIB
4 Fakta Tentang Pemberontakan PKI Madiun
Pemberontakan PKI di Madiun. (FOTO: voi.id)
A-AA+

Pasca jatuhnya kabinet Amir Syarifuddin pada tahun 1948, pemberontakan PKI Madiun kemudian muncul .

Dalam buku lubang lubang pembantaian: petualangan PKI di Madiun (1990) karya Maksum, ada beberapa 4 fakta tentang pemberontakan PKI di Madiun

1. Perjanjian Renville

Terjadinya pemberontakan di Madiun karena adanya perjanjian Renville. Perjanjian itu membuat Indonesia sangat dirugikan. Belanda banyak diuntungkan. Sehingga banyak rakyat yang menyalahkan Amir karena menjadi perwakilan Indonesia.

Mundurnya Amir membuat Presiden Sukarno meminta Wapres Mohammad Hatta untuk menyusun kabinet baru. Susunannya tanpa golongan sosialis dan golongan kiri.

2. Pembentukan FDR

Setelah kabinetnya diganti oleh Hatta, Amir dan kabinetnya membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR) pada 28 Juni 1948. 

Amir jadi partai oposisi dan FDR merupakan golongan yang menyatukan komunis dan golongan sosialis kiri. 

FDR pun terdiri dari banyak elemen terutama partai politik seperti partai sosialis Indonesia, Partai Komunis Indonesia, Pemuda Sosialis Indonesia, Partai Buruh Indonesia hingga Sarekat Buruh Perkebunan Republik Indonesia.

3. Muncul Doktrin Baru

Amir dan Muso pada waktu itu mendeklarasikan pimpinan di bawah mereka. Muso dan Amir diklaim menghasut dan membuat semua golongan menjadi bermusuhan dan mencurigai satu sama lain.

4. Menolak Kabinet Hatta

Kabinet baru bentukan Hatta melakukan rasionalisasi dan reorganisasi dalam upaya peperangan yang berisi:

  • Pembubaran dari pemegang pimpinan TNI TNI beserta gabungan angkatan perang. 
  • Staf angkatan umum perang dan wakilnya diangkat untuk sementara waktu 
  • Panglima angkatan perang mobil ditetapkan oleh presiden untuk diberikan kepada Jenderal Sudirman 
  • Staf markas besar pertempuran juga dilakukan pengangkatan sementara

Keputusan ini membuat Muso marah dan menolak rasionalisasi tersebut. Tak heran kemudian muncul pemberontakan PKI Madiun. (*)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia